
Selamat datang di 2025. Bila beberapa tahun lalu kita masih sibuk mengejar followers dan interaksi dari teman atau kenalan di media sosial, sekarang permainan sudah berubah total. Konten bukan lagi dinilai dari siapa yang membagikan, tapi dari seberapa relevan dan menariknya untuk pengguna lain—meski orang itu sama sekali tidak mengenalmu.
Pergeseran ini menandai bahwa era sosial media sudah berakhir, dan kini kita memasuki era algoritma. Istilah ini merujuk pada cara platform menampilkan konten berdasarkan preferensi dan perilaku pengguna, bukan berdasarkan jaringan sosial seperti dulu.
Kita perlu memahami bahwa “berakhir” di sini tidak berarti media sosial menghilang. Platform-nya masih ada dan justru semakin berkembang. Yang berubah adalah cara distribusi dan jangkauan kontennya.
1. Dulu (Social Graph):
Kontenmu dilihat orang karena mereka follow atau berteman denganmu.
Semakin banyak koneksi, semakin besar jangkauan.
2. Sekarang (Interest Graph):
Algoritma menilai minat pengguna berdasarkan interaksi sebelumnya.
Kontenmu bisa tampil di feed orang asing, bahkan tanpa mereka follow kamu.
Tak heran jika pendiri Meta, Mark Zuckerberg, pernah menyatakan bahwa:
“We’re no longer in the social networking phase. We’re now in the discovery engine phase.”
—Mark Zuckerberg, 2022
Kutipan ini memperkuat sinyal bahwa era sosial media sudah berakhir, dan kini algoritma adalah raja baru di dunia digital.
Bagi pengguna biasa, ini artinya beranda mereka lebih relevan dengan minat pribadi. Namun, bagi pelaku bisnis, UMKM, maupun content creator, dampaknya jauh lebih dalam:
Followers tidak lagi menjamin exposure.
Akun baru bisa viral lebih cepat.
Distribusi konten harus dipikirkan matang.
Era algoritma menuntut kita berpikir dua langkah:
Bagaimana membuat konten yang cepat menarik perhatian?
Bagaimana mendorong algoritma untuk menampilkan konten itu ke lebih banyak orang?
Fokus pada konten berkualitas.
Hook visual dan narasi harus kuat di 3 detik pertama.
Pahami pola setiap platform.
Reels, TikTok, dan Shorts punya karakteristik audiens berbeda.
Gunakan iklan untuk dorongan awal.
Terutama Meta Ads, agar konten bisa muncul di hadapan audiens yang lebih tepat.
Sebagai bagian dari ekosistem digital, Zendev.id memahami bahwa transisi ini butuh adaptasi. Kami mendukung pelaku usaha yang ingin:
Menyusun konten yang disukai algoritma,
Menyusun strategi distribusi yang efisien,
Mengoptimalkan anggaran iklan dengan penargetan yang presisi.
Tanpa berlebihan, Zendev.id hadir bukan sebagai penyelamat, tapi sebagai mitra yang membantu kamu bertumbuh di lanskap digital baru ini.
Era sosial media sudah berakhir. Yang penting bukan siapa yang kamu kenal, tapi apa yang kamu sukai.
Konten berkualitas dan algoritma-friendly adalah kunci.
Adaptasi bukan pilihan, tapi kebutuhan.
Seperti yang disampaikan Zuckerberg, ini bukan lagi soal membangun jaringan, tapi soal bagaimana kontenmu ditemukan. Maka, saatnya ubah cara pandang, ubah strategi, dan sambut era algoritma dengan lebih siap.
Dan jika kamu butuh partner untuk menyusun langkah digital yang sesuai zaman— Zendev.id bisa menjadi salah satu jawabannya.